Menjelajahi Keuangan Ekonomi Saat Ini – 7 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Anda Membuat Keputusan Untuk Berinvestasi

Postingan artikel ini menjelaskan dasar-dasar yang harus dipertimbangkan sebelum berinvestasi dan bagaimana untuk menghindari perangkap umum.

Mengingat peristiwa pasar yang terjadi baru-baru ini, anda mungkin bertanya-tanya “Apakah saya harus melakukan perubahan dalam portofolio investasi?”. SEC’s Office of Investor Education and Advocacy khawatir bahwa beberapa investor – termasuk pencari barang murah, membuat keputusan investasi yang cepat tanpa mempertimbangkan tujuan keuangan jangka panjangnya. Meskipun saya tidak dapat memberitahu anda bagaimana mengelola portofolio investasimu selama pasar bergejolak, saya mengeluarkan notifikasi investor ini untuk memberikan anda sebuah alat untuk membuat keputusan. Sebelum anda membuat keputusan apapun, pertimbangkanlah beberapa daerah penting:

  1. Menggambar peta jalan keuangan pribadi

Sebelum anda membuat keputusan investasi, duduk dan bersikap jujur saat melihat situasi keuangan anda secara menyeluruh – terutama jika anda belum pernah membuat rencana keuangan sebelumnya.

Langkah pertama untuk sukses dalam berinvestasi adalah mencari tahu tujuan dan toleransi resikonya – baik itu secara pribadi atau dengan bantuan seorang pakar keuangan professional. Tidak ada jaminan bahwa anda akan menghasilkan uang dari investasi tersebut. Tetapi jika anda mendapatkan fakta-fakta tentang menabung dan investasi serta menindaklanjutinya dengan rencana cerdas, anda harus dapat memperoleh keamanan finansial selama bertahun-tahun dan menikmati keuntungan dari pengelolaan keuangan anda.

  1. Mengevaluasi zona kenyamanan anda dalam mengambil resiko

Semua investasi melibatkan beberapa tingkat resiko. Jika anda berniat untuk membeli surat berharga – seperti saham, obligasi, atau reksadana – sangat penting bagi anda untuk memahaminya sebelum anda berinvestasi karena anda bisa menderita kerugian sebagian ataupun seluruh uang anda. Tidak seperti deposito di bank FDIC, uang yang anda investasikan didalam surat berharga umumnya tidak diasuransikan oleh pemerintah federal. Anda bisa kehilangan kepalamu, yang merupakan jumlah yang telah anda investasikan. Hal ini benar, bahkan jika anda membeli investasi tersebut melalui bank.

Imbalan dari mengambil resiko adalah peluang mendapatkan hasil investasi yang lebih besar. Jika anda memiliki tujuan finansial dengan horizon waktu yang lama, anda cenderung menghasilkan lebih banyak uang dengan secara cermat berinvestsai di aset berkategorikan resiko yang lebih besar, seperti saham atau obligasi, daripada membatasi investasi anda ke aset dengan resiko yang lebih kecil, seperti setara uang tunai. Di sisi lain, investasi tunai mungkin tepat untuk tujuan keuangan jangka pendek. Yang menjadi perhatian utama saat orang berinvestasi di setara uang tunai adalah resiko inflasi, yaitu resiko inflasi yang akan melebihi dan mengikis tingkat pengembalian dari waktu ke waktu.

  1. Mempertimbangkan campuran yang tepat untuk berinvestasi

Seperti termasuk aset kategori dengan imbalan hasil investasi yang bergerak naik turun dalam kondisi pasar yang berbeda dari portofolio, investor dapat membantu melindungi terhadap kerugian yang signifikan. Secara historis, tingkat pengembalian dari 3 aset kategori utama – saham, obligasi, dan uang tunai – tidak bergerak naik turun pada waktu bersamaan. Kondisi pasar yang menyebabkan satu aset kategori untuk melakukannya dengan baik sering menimbulkan aset kategori lainnya untuk memiliki tingkat pengembalian yang lebih rendah. Dengan berinvestasi lebih dari satu aset kategori, anda akan mengurangi resiko bahwa anda akan menderita kerugian dan secara keseluruhan hasil investasi portofoliomu akan memiliki rute yang halus. Jika hasil investasi satu aset kategori anjlok, anda akan berada dalam posisi untuk melawan kerugian dalam aset kategori dengan imbalan hasil investasi yang lebih baik.

Selain itu, alokasi aset penting karena memiliki dampak yang besar pada apakah anda akan memenuhi tujuan finansialmu. Jika anda tidak meliputi resiko dalam portofoliomu, investasi anda mungkin tidak mendapatkan tingkat pengembalian yang cukup besar untuk memenuhi tujuanmu.

  1. Hati-hati saat berinvestasi besar-besaran di saham atasan atau saham individual

Salah satu cara yang paling penting untuk mengurangi resiko investasi adalah dengan mendiversifikasi investasimu. Ini cara sehat: Jangan menaruh semua telurmu didalam satu keranjang. Dengan memilih kelompok investasi yang tepat dalam aset kategori, anda mungkin dapat membatasi kerugianmu dan mengurangi fluktuasi dari hasil investasi tanpa mengorbankan potensi keuntungan terlalu banyak.

Anda akan dikenakan resiko investasi yang signifikan jika anda berinvestasi di saham atasan atau saham individual. Jika saham melakukan dengan buruk atau perusahaannya bangkrut, anda mungkin akan menderita kerugian yang besar.

  1. Menciptakan dan mempertahankan dana darurat

Kebanyakan investor cerdas menempatkan uangnya didalam tabungan untuk menutupi keadaan darurat, seperti menganggur dadakan. Beberapa dari mereka memastikan 6 bulan dari pendapatannya untuk dimasukkan ke dalam tabungan sehingga mereka dapat mencarinya saat mereka benar-benar membutuhkannya.

  1. Melunasi hutang kartu kredit dengan bunga tinggi

Tidak ada strategi investasi dimanapun yang melunasi semuanya, atau dengan memberikan resiko yang kecil, selain melunasi semua hutang bunga yang tinggi. Jika anda berutang uang pada kartu kredit dengan bunga yang tinggi, hal paling bijak yang dapat anda lakukan didalam kondisi pasar adalah dengan menulasi saldo secara keseluruhan secepat mungkin.

  1. Menghindari situasi yang dapat menimbulkan kasus penipuan

Para pelaku penipuan kerap membaca berita utama. Seringkali, mereka akan menggunakan sebuah berita yang dipublikasikan untuk memikat calon investor dan membuat “kesempatan” mereka terdengar lebih sah. SEC merekomendasikan bahwa anda harus mengajukan pertanyaan dan memeriksa jawaban dengan sumber terpercaya sebelum anda memulai berinvestasi. Selalu luangkan waktumu dan berdiskusi dengan teman-teman atau keluargamu yang dapat dipercaya sebelum memulai investasi.